Selasa, 02 Juni 2015
Sosok Tertatih
Aku hanya ingin menjadi lilin
Rela terbakar meneranginya
Aku hanya ingin menjadi mentari
Rela bersinar menghangatkannya
Kini aku tak lagi mampu bersinar
Kau redupkan sinarku dengan nafasmu
Cahaya mentariku pun padam
Tertutup mendung pandanganmu
Aku masih ingin menjagamu
Tapi tidak demikian bagi dirimu
Kau yang membuat langkahku terhenti
Meniti diri mempertahankanmu tetap terpatri
Kau kejam membunuh sanubari
Tidak demikian bagi lilinmu
Tidak belaku di hadapan mentarimu
Kekejamanmu hanya menghentikannya sejenak
Beristirahat tertidur tapi tak lelap
Berselimut langit putih kelabu
Dalam hembusan nafas dunia
Menahan terpaan ombak deras keras
Lihatlah, lihat ini duhai cinta
Sesosok jiwa tertatih
Terseok berharap dirimu kembali
Verawati Nur Oktavia Rahayu
Jumat, 01 Mei 2015
Jakartaku Menyimpan Berjuta Cerita
“Hah,
setengah jam lagi perpustakaan ditutup tetapi tugas – tugas ini belum mencapai
setengahnya yang aku kerjakan” gumamku hampir putus asa.
Penjaga
perpustakaan yang sangat mengenalku tersenyum ramah ke arahku.
“Belum selesai tugasnya, mbak Viona?”
Kamis, 26 Februari 2015
draft 1
Mentari di Kala Hujan
Seindah
pagi disapa sang surya yang masih malu – malu memancarkan sinarnya, nampaknya ia
masih enggan bergerak cepat keluar ke peraduan. Sisa – sisa tetesan embun pun
rasanya belum ingin beranjak dari hijaunya dedaunan. Desir sejuknya angin
Kamis, 27 November 2014
random quotes
Terkadang, melepaskan itu lebih baik dibandingkan dengan mempertahankan.
Entah dengan alasan apa, meski telah melepaskan, hati tetap bertahan.
Bertahan untuk tetap berdiri di tempat yang sama, menatapmu, yang
mungkin telah jauh melangkah. Tak apa, biarkan aku tetap di sini,
bertahan menunggu. Menghirup aroma tanah pasca hujan, menatap sisa2
bayangmu yang tertinggal. Harapan untuk kau kembali? Ada, bahkan sangat
besar. Tapi bukan sekedar kembali seperti dulu, kembalilah pada saatnya
nanti aku dan kau bisa merajut sebuah karya bernama "kita".
Senin, 26 Mei 2014
Hallo Cinta 1
Hallo cinta, lama tak berbagi cerita. Apa kabar? Baik bukan? Masih nyaman berada di tempat yang bernamakan hati? Ah, senangnya mendengar bahwa kau baik - baik saja. Oh iya, hampir saja aku lupa, bagaimana hubungan dengan belahan jiwamu, "rasa"?
Jumat, 23 Mei 2014
Mendekap Jarak
Ingin rasanya ku dekap erat jarak,
antara kita yang seolah terlampau jauh.
Belum sempat ku wujudkan,
aku tersadar,
mungkin jarak inilah pemanis kisah kita.
Membiarkan rindu yang mendekap erat kita,
hingga tiba disaat waktu yang membawa cinta suciselamanya merengkuh kita,
tidak hanya dalam dekapan sederhana yang mereka pikirkan.
Selasa, 20 Mei 2014
Aku Ada, Masih, dan Akan Tetap di Sini
Hai kamu, iya kamu yang nun jauh di sana, yang tak terjangkau
pandangan mataku. Apa kabar? Sudah tersenyumkah hari ini? Mengapa belum?
Ayolah, tersenyum dengan manis, kepada jarak yang menjaga, kepada rindu
yang menikam, kepada embun yang menyambut pagi, kepada batara surya
yang membuka lentera dunia, dan kepada mimpi - mimpi yang siap kau
genggam.
Mengapa diam?
Mengapa diam?
Langganan:
Postingan (Atom)






