Powered By Blogger

Kamis, 26 Februari 2015

draft 1

Mentari di Kala Hujan

            Seindah pagi disapa sang surya yang masih malu – malu memancarkan sinarnya, nampaknya ia masih enggan bergerak cepat keluar ke peraduan. Sisa – sisa tetesan embun pun rasanya belum ingin beranjak dari hijaunya dedaunan. Desir sejuknya angin

Kamis, 27 November 2014

random quotes

Terkadang, melepaskan itu lebih baik dibandingkan dengan mempertahankan. Entah dengan alasan apa, meski telah melepaskan, hati tetap bertahan. Bertahan untuk tetap berdiri di tempat yang sama, menatapmu, yang mungkin telah jauh melangkah. Tak apa, biarkan aku tetap di sini, bertahan menunggu. Menghirup aroma tanah pasca hujan, menatap sisa2 bayangmu yang tertinggal. Harapan untuk kau kembali? Ada, bahkan sangat besar. Tapi bukan sekedar kembali seperti dulu, kembalilah pada saatnya nanti aku dan kau bisa merajut sebuah karya bernama "kita".

Senin, 26 Mei 2014

Hallo Cinta 1


Hallo cinta, lama tak berbagi cerita. Apa kabar? Baik bukan? Masih nyaman berada di tempat yang bernamakan hati? Ah, senangnya mendengar bahwa kau baik - baik saja. Oh iya, hampir saja aku lupa, bagaimana hubungan dengan belahan jiwamu, "rasa"?

Jumat, 23 Mei 2014

Mendekap Jarak


Ingin rasanya ku dekap erat jarak,
antara kita yang seolah terlampau jauh. 
Belum sempat ku wujudkan, 
aku tersadar, 
mungkin jarak inilah pemanis kisah kita. 
Membiarkan rindu yang mendekap erat kita, 
hingga tiba disaat waktu yang membawa cinta suci

selamanya merengkuh kita,
 tidak hanya dalam dekapan sederhana yang mereka pikirkan.

Selasa, 20 Mei 2014

Aku Ada, Masih, dan Akan Tetap di Sini

Hai kamu, iya kamu yang nun jauh di sana, yang tak terjangkau pandangan mataku. Apa kabar? Sudah tersenyumkah hari ini? Mengapa belum? Ayolah, tersenyum dengan manis, kepada jarak yang menjaga, kepada rindu yang menikam, kepada embun yang menyambut pagi, kepada batara surya yang membuka lentera dunia, dan kepada mimpi - mimpi yang siap kau genggam.

Mengapa diam?

Senin, 24 Februari 2014

Virus Merah Jambu

Virus merah jambu, pertama kali aku dengar kata2 itu pada masa putih abu - abu. Menyandang status sebagai anak SMA di sekolah negeri yang lumayan dikenal namanya, SMANIC (nama sebutan untuk sekolahku). Sebelumnya, aku tak mengenal makna virus merah jambu yang notabene sering dibicarakan saat itu. Hingga suatu ketika, seorang kakak kelasku menanyakan tentang hal tersebut, aku hanya menjawab dengan gelengan kepala sambil memasang mimik wajah polos pertanda bahwa aku tak tahu. Seiring berjalannya detik demi detik, kutemukan maknanya. Ya, virus merah jambu diidentikkan dengan kondisi jatuh cinta. Seseorang yang terserang virus merah jambu tandanya sama persis seperti orang yang dilanda rasa cinta. Entah apa filosofi yang mendasari hal itu, tidak kuketahui sampai saat ini. Ya, bagiku tak terlalu penting kapan dan siapa pencetus istilah itu.

Kamis, 20 Februari 2014

Lebih Besar Sama Dengan

Mungkin judul tulisan gue kali ini agak kontroversial, terlalu mengarah ke nama suatu lambang yang sering dipake di pelajaran matematika. Bukan, bukan karena gue kuliah di bidang matematika dan bukan juga karena gue mau ngulas tentang pelajaran itu. Tulisan gue kali ini mau ngebahas tentang aksi - reaksi dalam hidup kita ini. Yak, pernah gue denger bahwa apa yang kita lakuin dan apa yang kita berikan ke orang lain, akan ada hasil yang kita terima juga sebagai feedback nya. Nah, disini lah analogi lambang lebih besar sama dengan itu berlaku. Hasil yang akan kita peroleh itu akan lebih besar atau sama dengan dari apa yang kita kasih dan lakuin. Kalau lo lakuin satu kebaikan, maka lo akan memperoleh hasil satu atau lebih kebaikan, ga akan kurang dari satu. Allah ga tidur, dan Allah ga akan memberikan hasil yang kurang dari usaha kita. So, lakuin yang terbaik dalam hidup kita, berikan yang terbaik, maka hasil yang akan kita terima pun akan baik pula. Teruslah memperbaiki diri untuk hidup yang lebih bermakna :D


Posted via Blogaway