Powered By Blogger

Jumat, 01 Mei 2015

Jakartaku Menyimpan Berjuta Cerita

               
Langit memurungkan wajah cerahnya, diiringi desir semilir angin menyapa dedaunan yang mengering. Awan tebal seolah tak mau kalah untuk ikut serta menyelimuti langit, menambah kesan kelabu untuk suasana sore ini. Sayup – sayup terdengar suara alunan melodi yang sangat indah dari kejauhan. Aku masih berada dalam perpustakaan kampusku, menyelesaikan tumpukan tugas yang membuat kepalaku hampir pecah. Kulirik jam di tanganku yang ternyata sudah menunjukkan pukul 16.30, itu tandanya sudah lebih dari 4 jam aku berkutat dengan artikel dan buku – buku tebal ini.
“Hah, setengah jam lagi perpustakaan ditutup tetapi tugas – tugas ini belum mencapai setengahnya yang aku kerjakan” gumamku hampir putus asa.
Penjaga perpustakaan yang sangat mengenalku tersenyum ramah ke arahku.
 “Belum selesai tugasnya, mbak Viona?”

Kamis, 26 Februari 2015

draft 1

Mentari di Kala Hujan

            Seindah pagi disapa sang surya yang masih malu – malu memancarkan sinarnya, nampaknya ia masih enggan bergerak cepat keluar ke peraduan. Sisa – sisa tetesan embun pun rasanya belum ingin beranjak dari hijaunya dedaunan. Desir sejuknya angin

Kamis, 27 November 2014

random quotes

Terkadang, melepaskan itu lebih baik dibandingkan dengan mempertahankan. Entah dengan alasan apa, meski telah melepaskan, hati tetap bertahan. Bertahan untuk tetap berdiri di tempat yang sama, menatapmu, yang mungkin telah jauh melangkah. Tak apa, biarkan aku tetap di sini, bertahan menunggu. Menghirup aroma tanah pasca hujan, menatap sisa2 bayangmu yang tertinggal. Harapan untuk kau kembali? Ada, bahkan sangat besar. Tapi bukan sekedar kembali seperti dulu, kembalilah pada saatnya nanti aku dan kau bisa merajut sebuah karya bernama "kita".

Senin, 26 Mei 2014

Hallo Cinta 1


Hallo cinta, lama tak berbagi cerita. Apa kabar? Baik bukan? Masih nyaman berada di tempat yang bernamakan hati? Ah, senangnya mendengar bahwa kau baik - baik saja. Oh iya, hampir saja aku lupa, bagaimana hubungan dengan belahan jiwamu, "rasa"?

Jumat, 23 Mei 2014

Mendekap Jarak


Ingin rasanya ku dekap erat jarak,
antara kita yang seolah terlampau jauh. 
Belum sempat ku wujudkan, 
aku tersadar, 
mungkin jarak inilah pemanis kisah kita. 
Membiarkan rindu yang mendekap erat kita, 
hingga tiba disaat waktu yang membawa cinta suci

selamanya merengkuh kita,
 tidak hanya dalam dekapan sederhana yang mereka pikirkan.

Selasa, 20 Mei 2014

Aku Ada, Masih, dan Akan Tetap di Sini

Hai kamu, iya kamu yang nun jauh di sana, yang tak terjangkau pandangan mataku. Apa kabar? Sudah tersenyumkah hari ini? Mengapa belum? Ayolah, tersenyum dengan manis, kepada jarak yang menjaga, kepada rindu yang menikam, kepada embun yang menyambut pagi, kepada batara surya yang membuka lentera dunia, dan kepada mimpi - mimpi yang siap kau genggam.

Mengapa diam?

Senin, 24 Februari 2014

Virus Merah Jambu

Virus merah jambu, pertama kali aku dengar kata2 itu pada masa putih abu - abu. Menyandang status sebagai anak SMA di sekolah negeri yang lumayan dikenal namanya, SMANIC (nama sebutan untuk sekolahku). Sebelumnya, aku tak mengenal makna virus merah jambu yang notabene sering dibicarakan saat itu. Hingga suatu ketika, seorang kakak kelasku menanyakan tentang hal tersebut, aku hanya menjawab dengan gelengan kepala sambil memasang mimik wajah polos pertanda bahwa aku tak tahu. Seiring berjalannya detik demi detik, kutemukan maknanya. Ya, virus merah jambu diidentikkan dengan kondisi jatuh cinta. Seseorang yang terserang virus merah jambu tandanya sama persis seperti orang yang dilanda rasa cinta. Entah apa filosofi yang mendasari hal itu, tidak kuketahui sampai saat ini. Ya, bagiku tak terlalu penting kapan dan siapa pencetus istilah itu.